Sinar Matahari Bisa Usir Kanker dan Serangan Jantung?

Jika selama ini vitamin D yang utamanya diperoleh dari paparan sinar matahari, dikaitkan dengan kesehatan tulang. Penelitian terbaru mengungkap, kekurangan vitamin D tidak hanya memengaruhi tulang tapi juga meningkatkan risiko kanker atau serangan jantung.

Sayangnya, penelitian tersebut belum bisa mengungkap lebih lanjut keampuhan vitamin D, serta berapa dosis tepat agar bermanfaat menekan risiko kanker atau serangan jantung

“Harapan manfaat dari vitamin D saat ini sangat tinggi, sehingga hampir semua orang menginginkannya,” ujar Dr. Clifford Rosen of the Maine Medical Center yang membantu pemerintah Amerika Serikat mengevaluasi studi tersebut.

Sebenarnya ada tiga cara untuk mendapatkan vitamin D yaitu paparan sinar matahari, suplemen dan produk makanan tertentu seperti susu yang diberi tambahan vitamin D, jus jeruk dan sereal.

Spesialis Penyakit Dalam dari New York University, Dr James Underberg mengatakan, biasanya tes kadar vitamin d dilakukan terhadap orang yang berisiko mengalami penipisan tulang.

Beberapa tahun yang lalu, dia mulai melakukan tes tersebut pada lebih banyak pasien. Terutama yang berisiko terhadap serangan jantung.

“Kita belum memiliki data akurat yang secara tegas menyatakan, orang dewasa yang sehat kemudian mengonsumsi suplemen vitamin D akan mencegah kanker, mengurangi risiko dari serangan jantung,” ujar Underbeg.

Ahli penyakit dalam dari Washington, Dr. Ann Marie Gordon tidak meragukan hal itu. Dia telah melakukan tes vitamin D rutin. Dia memperkirakan sekitar 60% pasiennya tergolong rendah.

“Setiap kekurangan terhadap nutrisi tertentu harus diperhatikan. Diluar dari keyakinan pasien atau penemuan baru dunia medis, manfaat vitamin D tidak hanya untuk tulang masih dipertanyakan,” ujar Gordon.

Para peneliti tertarik terhadap manfaat vitamin D yang lebih banyak beberapa dekade terakhir. Terutama ketika mengetahui, perbedaan tingkat penderita kanker dari beberapa kelompok orang di kawasan selatan yang terkena lebih banyak matahari dibandingkan kawasan utara.

Hal itu memicu berbagai penelitian beberapa tahun terakhir, yang menghubungkan rendahnya kadar vitamin D dengan kanker payudara, prostat dan usus serta serangan jantung, diabetes serta penyakit lainnya.

Namun, tidak semua penelitian tentang vitamin D menemukan bahwa zat gizi itu membantu. Hanya saja berita tersebut jarang diperhatikan.

Pemerintah Amerika Serikat dan departemen kesehatan terkait merekomendasikan, asupan vitamin D dari makanan atau suplemen sebesar 200-600 internsional unit (IU) per hari.

Sebagian ahli menyarankan, paparan sinar matahari 10-15 menit per hari tanpa menggunakan tabir surya setiap hari. Meskipun sebagian lagi mengatakan, tabir surya tidak akan mempengaruhi asupan vitamin D dari sinar matahari.

Cuaca, musim dan kawasan negara tentunya akan mempengaruhi paparan matahari yang bisa diperoleh.

Yang perlu diketahui, vitamin D dalam ukuran megadosis bisa beracun. Pemerintah Amerika Serikat menetapkan ukuran 2.000 IU adalah limit tertinggi.

Meskipun dokter dapat memberikan vitamin D dengan dosis 10.000-50.000 IU untuk pasien yang perlu meningkatkan kandungan vitamin D dalam waktu yang singkat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: